Wednesday, January 30, 2008

MANTAN PRESIDEN SOEHARTO DI MAKAMKAN

JAKARTA 29 JANUARI 2008

MANTAN PRESIDEN SOEHARTO DIMAKAMKAN


Keterangan Foto: Presiden SBY meletakkan karangan bunga di makam mantan presiden Soeharto, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1) siang.



Soeharto, mantan Presiden RI, sudah dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1) siang. Almarhum dimakamkan bersanding dengan Ibu Tien Soeharto yang meninggal 28 April 1996. Presiden SBY bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pemakaman Pak Harto yang meninggal Minggu (27/1) pukul 13.10 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.

Presiden sebagai Irup dalam sambutannya mengatakan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putera terbaik bangsa , seorang pejuang setia, prajurit sejati, dan seorang negarawan terhormat."Upacara ini kita selenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari negara dan pemerintah atas jasa , dharma bakti serta pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya," ujar Presiden.

Soeharto lahir di Desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Kedua orang tuanya, Kertosoediro dan Sukirah adalah keluarga petani biasa yang hidup sederhana. Alamarhum meninggalkan enam putra-putri, masing-masing Siti Hardijanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.





PRESIDEN MELAKUKAN PENIMBUNAN TANAH

galeri foto
Presiden SBY melakukan penimbunan tanah ke liang lahat, pada pemakaman mantan presiden Soeharto, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1) siang.




HM Soeharto, mantan Presiden RI, dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1) siang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai Inspektur Upacara. Jenasah almarhum dimakamkan tepat di samping makam Ibu Tien Soeharto.

Upacara pemakaman diawali laporan Komandan Upacara, Kolonel Inf Asep Subarkah, kepada Inspektur Upacara. Selanjutnya Sekretaris Militer, Mayjen TNI Bambang Soetedjo membacakan riwayat hidup almarhum, dan pembacaan Apel Persada oleh Inspektur Upacara, disusul tembakan salvo satu kali mengiringi penurunan jenasah ke liang lahat. Kemudian dilakukan tabur bunga dimulai dari keluarga, sementara Presiden SBY selaku Irup melakukan penimbunan liang lahat, dan terakhir pembacaan doa.

Usai prosesi pemakaman, Irup dalam sambutannya mengatakan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putera terbaik bangsa , seorang pejuang setia, prajurit sejati, dan seorang negarawan terhormat."Kita hadir di sini, di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun, Karanganyar ini untuk memberikan penghormatan terakhir melalui upacara kenegaraan. Upacara ini kita selenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari negara dan pemerintah atas jasa , dharma bakti serta pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya," ujar Presiden.

Sementara itu, Siti Hardiyanti Rukmana mewakili keluarga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak atas segala perhatian dan bantuannya hingga almarhum dimakamkan. "Kami sadar biar bagaimanapun almarhum H. Mohammad Soeharto adalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan, dan tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu harapan kami jika almarhum telah melakukan kebaikan maka kiranya Allah menambahkan kebaikannya, dan apabila pernah berbuat salah maka kiranya Allah mengampuninya. Dan kami juga mohon kiranya bapak-bapak dan ibu-iabu sekalian berkenan memaafkan kesalahan dan kekhilafan almarhum," kata Tutut.

Tampak hadir dalam upacara pemakaman mantan presiden kedua ini, antara lain Wakil Presiden M.jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Wakil Ketua DPD Aksa Mahmud, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,Wantimpres, beberapa Duta Besar negara sahabat, para pejabat negara, pimpinan TNI dan Polri, serta Mantan Pangab Jenderal (purn) Wiranto dan mantan Ketua DPR-RI, Akbar Tanjung.




Presiden SBY melakukan penimbanan tanah ke liang lahat, pada pemakaman mantan presiden Soeharto, di  Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1) siang. (foto: anung/presidensby.info)

PRESIDEN Tiba Kembali dari Solo

Setelah menghadiri pemakaman Pak Harto di Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan rombongan, hari Senin (28/1) pukul 16.30 WIB mendarat kembali di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Sebelumnya, Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai menghadiri pemakaman Almarhum Soeharto itu, sempat singgah sejenak di rumah dinas Bupati Karanganyar, Rina Iriani, sambil menunggu anggota rombongan lain belum datang. Beberapa saat kemudian Presiden beserta rombongan meluncur ke Bandara Adi Sumarmo, untuk selanjutnya dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 milik Garuda terbang kembali ke Jakarta.

Beberapa menteri yang mengikuti pemakaman mantan presiden Soeharto antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkes Siti Fadilah Supari, Ketua Wantimpres Ali Alatas, Emil Salim, Panglima TNI Djoko Santoso, KASAL Laksamana TNI Sumardjono, Ketua BPK Anwar Nasuton, serta dua Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
INDEPENDENT
rbacakoran at yahoo dot com

POLRI DAN POLISI ASIA PACIFIK BAHAS GLOBALISASI NARKOBA

JAKARTA 29 JANUARI 2008

Polri dan Polisi Asia Pasifik Bahas Globalisasi Narkoba

Delegasi Mabes Polri bersama sekitar 200 anggota kepolisian se-Asia Pasifik berkumpul dalam Konferensi ke-13 Penanggulangan Narkoba di Asia Pasifik yang berlangsung di Tokyo, Selasa.

Para pimpinan di bidang penyelidikan peredaran narkoba tersebut, bersama-sama membahas tantangan masa depan kejahatan narkoba yang semakin mengglobal dan beragam, sekaligus meningkatkan peran kerja sama di antara masing-masing negara.

Tiga anggota Polri yang mengikuti konferensi adalah Direktur Narkotika dan Kejahatan Terorganisir Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Indradi Thanos, Kanit Psikotropika Mabes Polri, Kombes Pol Siswandi, dan dibantu AKP Afrony Sugiarto, perwira polisi di KBRI Tokyo.

Delegasi Polri memaparkan perkembangan kejahatan narkotika dan obat-obatan di Indonesia yang juga telah menjadi produsen ke kawasan Asia Timur, sehingga memerlukan penanganan kerjasama internasional, khususnya dalam mengetahui modus operandi dan pelatihan bersama.

"Kerja sama internasional ini semakin diperlukan mengingat masalah yang semakin kompleks dan juga menciptakan sindikat-sindikat baru yang bekerjasama dengan negara asing," kata Indradi Thanos.

Kepala Satgas Badan Narkotika nasional (BNN) itu juga menyampaikan bahwa kawasan segi tiga emas (golden triangle), yang dikenal sebagai penghasil opium dan heroin kini kian meluas, dan telah bergabung wilayah Golden Crescent (bulan sabit emas) yakni terdiri dari Iran, Pakistan dan Afghanistan.

Hal itu terjadi sejak merebaknya konflik di Afghanistan yang kemudian merambah ke negara-negara lainnya di kawasan Asia Timur, termasuk ke Asia Tenggara dan kemudian menciptakan pasar narkotika dan psikotropika global.

Hal-hal yang menjadi tantangan ke depan, ungkapnya, adalah semakin beragamnya jenis narkotika dan obat-obatan psikotropika serta bermunculannya modus operandi yang memanfaatkan para perempuan lokal berusia muda, serta sarana tranportasi apa saja mulai dari darat, laut dan udara.

"Belum lagi dengan masalah-masalah seperti perbedaan hukum, kualitas personil aparat kepolisian suatu negara, serta merebaknya bisnis farmasi lewat jalur internet," katanya lagi.

Konferensi tersebut juga dihadiri kepolisian dari negara-negara Rusia, Jerman, dan Perancis yang hadir sebagai peninjau (observer).

Pertemuan yang dibuka oleh Kepala Kepolisian Jepang Hiroto Yoshimura itu juga memberikan kesempatan kepada masing-masing negara untuk membangun kerjasama bilateral, termasuk kerjasama dalam penyidikan bersama mengenai para tersangka asing.



WASSALAM
RACHMAD YULIADI NASIR
INDEPENDENT
rbacakoran at yahoo dot com

Monday, January 28, 2008

BUKU MANAJEMEN KEUANGAN FAKULTAS KEDOKTERAN

JAKARTA 28 JANUARI 2008
Buku Manajemen Keuangan Fakultas Kedokteran
Banyak pepatah bijak yang menyebutkan bahwa buku adalah jendela dunia, buku adalah sumber pengetahuan yang tak ternilai harganya. Melalui buku, banyak hak yang bisa kita dapati.Banyak sudah buku-buku mengenai manajemen beredar. Baik mengenai bidang manajemen sumberdaya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, bahkan manajemen pendidikan. Namun buku yang khusus memeuat mengenai manajemen keuangan fakultas kedokteran baru pertama kali disusun.
Keberadaan buku ini membawa asupan baru bagi manajemen dunia pendidikan, khususnya bagi mereka yang bergerak pada bidang keuangan. Buku yang berjudul ”Manajemen Keuangan Fakultas kedokteran” disusun oleh Dr.dr.H.Boy S. Sabarguna,MARS (selaku manajer keuangan FKUI) serta Yulia Widiasari,SE (selaku asisten manajer keuangan FKUI). Dr.dr.H.Boy S. Sabarguna,MAPS kelahiran majalengka, tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan dokter umum pada FKUI tahun 1984, lulus Magister Administrasi rumah sakit pascasarjana UI tahun 1999 dan lulus Program dokter Pascasarjana UGM tahun 2001.
Jabatan yang dipegangnya sekarang adalah sebagai Manajer keuangan FKUI, Dosen IKK-FKUI dan Dosen MMR-UGM, juga sebagai konsultan Manajemen rumah sakit. Dalam rangka pengembangan dan penyebarluasan ilmu, terus berusaha membuat buku terutama berkaitan dengan manajemen rumah sakit yang telah mencai 20 buah, juga membuat Decision support system di Bidang manajemen rumah sakit bersama tim yang mencai 9 buah.
Yulia Widiasari,SE, kelahiran Jakarta tahun 1977. Menyelesaikan pendidikan Ekonomi pada universitas persada Indonesia”YAI” tahun 2000, sedang mengikuti Program S-2 magister Managemen. Jabatan yang dipegangnya sekarang sebagai Asisten manager keuangan bidang system Informasi keuangan FKUI.
Pengalaman keduanya selama ini dalam bidang keuangan, terutama keuangan fakultas kedokteran sudah tidak diragukan lagi. Kolaborasi keduanya menghasilkan buku yang sarat akan penerapan dasar-dasar manajemen keuangan. Terutama sekali bagaimana pengelolaan keuangan di FKUI, di mana saat ini UI sendiri tidak lagi mendapat bantuan operasional dari Negara. FKUI sendiri saat ini tetap mempertahankan penerimaan keuangan bersumber dari mahasiswa yang jauh di bawah unit cost per mahasiswa sendiri.
Buku ini terdiri dari 12 bab, di mana setiap babnya membahas mengenai hal-hal yang terkait dalam manajemen fakultas kedokteran. Pada kesempatan ini, Dekan FKUI Dr. Menaldi Rasmin mengatakan : Menuliskan konsep, pemikiran serta pengalaman untuk dapat dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luas merupakan gambaran dari sebuah niat dan ikhtiar yang luhur. Buku ini ditulis berdasarkan pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh dalam kariernya selama ini, khususnya saat ini sebagai manager keuangan FKUI Didalam buku buku ini terlihat dengan jelas selain merepkan dasar-dasar managemen keuangan yang menjadi latar belakang ilmu, keterampilan serta kompetensinya juga sarat dengan pengalaman yang terjadi dalam posisinya sebagai Manajer keuangan.
Ini menaik karena UI sendiri pada saat itu tidak lagi mendapatkan bantuan anggaran operasional dari Negara. Maka dikembangkannya prinsip-prinsip keuangan dalam acuan badan hukum milik Negara (BHMN) serta FKUI yang tetap mempertahankan penerimaan keuangan bersumber dari mahasiswa yang jauh di bawah unit cost per mahasiswa sendiri. Dengan demikian penataan keuangan yang mengedepankan efisiensi, skema pengampunan, pemantapan jasa kelembagaan serta ke depan menuju kearah produk berbasis riset akan menjadi tulang punggung system keuangan dan anggaran fakultas.
Penyelenggaraan keuangan dengan cara yang relatif baru ini dengan sendirinya masih memiliki banyak hal untuk di mantapkan, diperbaiki serta di kembangkan. Guna memudahkan pembaca, dibuat diagram dengan aneka warna sehingga tidak membuat jenuh saar membaca. Membuat buku dengan metode bagan sepertinya sudah menjadi ciri Dr.dr.H. Boy S. Sabarguna, MARS. Dimana beberapa buku sebelumnya yang beliau tulis juga banyak menggunakan bagan-bagan.
WASSALAM

Rachmad
Independent
rbacakoran at yahoo dot com

www.rachmadindependent.blogspot.com
www.news-independent.blogspot.com

Sunday, January 27, 2008

MOERDIONO: PAK HARTO WAFAT

JAKARTA 28 JANUARI 2008

Mantan Presiden Soeharto Wafat

Mantan Mensesneg Moerdiono mengatakan mantan Presiden Soeharo meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, pada pukul 13.10 WIB. Sebelumnya tim dokter kepresidenan mengumumkan bahwa keadaan mantan Presiden Soeharto pada Minggu pagi sangat kritis, pernafasan dangkal dan 100 persen kembali diambil alih alat bantu pernafasan.

Ketua tim dokter kepresidenan, Marjo Soebiandono, menjelaskan sejak pukul 01.00 WIB keadaan kesehatan secara umum mantan orang nomor satu itu menurun, kemudian terjadi sesak nafas diikuti dengan tekanan darah yang juga menurun.


Soeharto Wafat, SBY Langsung Gelar Pertemuan Tertutup
Mantan Presiden Soeharto menghembuskan nafas terakhir pada Hari Minggu (27/1/2008), pukul 13.10 WIB tadi. Presiden RI SBY yang mendengar kabar wafatnya Soeharto segera melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa menterinya.

Sebelumnya Presiden SBY juga telah mengadakan jumpa pers untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Soeharto. Dalam pidatonya, SBY juga meminta seluruh rakyat Indonesia ikut mendoakan arwah mendiang Soeharto yang telah berjasa terhadap bangsa dan negara.

Presiden SBY sendiri telah membatalkan agenda kepergiannya ke Bali guna menghadiri pertemuan konvensi PBB tentang Korupsi yang akan dimulai besok.

Menurut jubir kepresidenan Andy Malarangeng, Presiden telah menunjuk Menkopolkam Laksamana Widodo As sebagai penggantinya.

Pemerintah Akui Jasa Besar Soeharto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pemerintah mengakui jasa besar mantan Presiden Soeharto, baik pada masa perjuangan maupun selama memimpin Indonesia. Demikian disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan pada upacara pemakaman mantan Presiden Soeharto di Astana Giribangun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1).Presiden menyebutkan, sepanjang hidup almarhum diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Pada tahun 1945-1949, Pak Harto berjuang mengusir penjajah untuk menegakkan kembali kedaulatan bangsa dan negara yang saat itu masih berusia muda. Kemudian, pada tanggal 1 Maret 1949, almarhum juga memimpin Serangan Oemoem dan berhasil menduduki kembali Ibu Kota Yogaykarta. Tahun 1962, almarhum juga bertindak sebagai Panglima Komando Mandala yang diakui berhasil dari sisi diplomasi dan militer. Tiga tahun kemudian tepatnya 1965, Pak Harto berhasil menyelamatkan bangsa dan negara sekaligus memulihkan keamanan dan ketertiban dari Gerakan 30 September. Sejak menjadi pemimpin Indonesia tanggal 27 Maret 1968, Pak Harto gigih melakukan pembangunan nasional dengan meletakkan konsep Trilogi Pembangunan yang menekankan pada stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Dengan segala kejujuran dan hati yang bersih, kata Presiden, pemerintah mengakui banyak jasa yang diberikan Pak Harto kepada bangsa dan negara selama hidup. "Sebagai bangsa yang berjiwa besar, pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinggi kepada almarhum," katanya. Sebagai manusia, Pak Harto tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan karena sudah semestinya seluruh bangsa Indonesia memaafkan dan mendoakannya. "Selamat jalan Bapak Pembangunan," kata Presiden.


SBY-JK Tinggalkan Astana Giribangun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung meninggalkan lokasi kompleks pemakaman keluarga Cendana di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah setelah prosesi pemakaman selesai.

Rombongan SBY meninggalkan lokasi tepat sekira pukul 13.00 WIB, Senin (28/1/2008). Presiden beserta rombongan langsung meninggalkan makam sedangkan pihak keluarga masih tinggal di lokasi pemakaman.

Meski pemakaman mantan presiden Soeharto telah selesai dilaksanakan secara militer, namun tamu masih berdatangan ke kompleks pemakaman.

Terlihat mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dengan mengenakan jas hitam dan kacamata hitam. Tanpa diketahui alasan jelasnya, mantan pendamping Pak Harto ini pun bergegas masuk ke kompleks pemakaman.


Usai dimakamkan, putra putri dan seluruh keluarga besar Soeharto menaburkan bunga di atas liang lahat almarhum Soeharto. Sebagai perwakilan dari pihak keluarga, putri sulung Soeharto kembali meminta kepada seluruh masyarakat agar seluruh kesalahan ayahnya dimaafkan.


Presiden Minta Rakyat Berterimakasih

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh bangsa Indonesia agar berjiwa besar dan tulus memberikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas darma bakti almarhum mantan Presiden Soeharto kepada bangsa dan negara ini . “Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, seorang pejuang setia, prajurit sejati dan seorang negarawan terhormat,” kata Presiden Yudhoyono, saat memberikan kata sambutan pada upacara kenegaraan pemakaman mantan Presiden Soeharto, di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1). Presiden menambahkan, “Dengan jujur dan hati yang bersih, kita patut mengakui begitu banyak jasa yang almarhum berikan kepada bangsa dan negara.” Menurut Kepala Negara, masyarakat juga harus menyadari bahwa sebagai manusia biasa, maka almarhum tentulah tidak luput dari kekhilafan dan kekurangan. “Tidak ada manusia umat hamba Allah yang sempurna di dunia ini. Pada kesempatan yang penting ini, saya juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum semoga ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa , Allah SWT sesuai dengan perjuangan, pengorbanan dan amal ibadahnya,” kata Kepala Negara.


Berkabung 7 Hari Dinilai Berlebihan

Pemerintah mencanangkan tujuh hari berkabung terkait wafatnya Soeharto, juga untuk mengibarkan bendera setengah tiang di lingkungan masing-masing. Namun, hal itu dinilai berlebihan.

"Telalu berlebihan. Soeharto tidak punya peran penting dalam kemerdekaan, hanya mendampingi Soekarno," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR, Effendi Choirie, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2008).

Hari ini SBY juga batal hadir dalam United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC) atau Konvensi Antikorupsi PBB, di Bali. Menurutnya, SBY harusnya hadir dalam acara tersebut.

"Seharusnya SBY juga menghormati dengan datang ke Bali karena itu lebih penting," ujarnya.

Dia juga mengkritik pemberitaan media massa yang berlebihan terkait wafatnya Soeharto hingga pemakamannya hari ini di Karanganyar. "Sekarang semua seolah-olah hiruk pikuk cari muka di depan keluaraga," tambahnya.


Tamu Pulang, Hujan Deras Guyur Giribangun

Tak lama sesudah para tamu pelayat meninggalkan Astana Giribangun, suasana mendadak mendung. Hujan deras turun dari langit di atas tempat ini.

Awal tebal juga tampak menyelimuti kompleks pemakaman keluarga Cendana ini, Senin (28/1/2008), sejak pukul 14.10 WIB. Sebelumnya, gerimis sempat turun sebentar. Sejumlah tamu yang belum sempat mencapai kendaraannya terlihat kehujanan. Begitu pula anggota TNI dan Polri yang masih berjaga.

Putra almarhum Soeharto, Bambang Trihatmodjo dan Tommy Soeharto sudah meninggalkan tempat ini sebelum hujan turun. Sebelum pergi, kepada wartawan Bambang sempat berkomentar sedikit. "Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mendoakan," ujar suami Mayangsari ini.


Keenam Anak Soeharto Tinggalkan Astana Giribangun

Akibat menangis dan tak mampu menutupi perasaan sedih karena ditinggal seorang ayah, wajah keenam anak Soeharto tampak sembab. Begitu juga dengan mata anak-anak Soeharto yang terlihat bengkak.

Begitu keluar dari Kompleks Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/1/2008) siang, keenam anak Soeharto yakni Tutut, Mamiek, Titik, Bambang, Sigit, dan Tommy langsung dikawal pagar betis pasukan.
Begitu berada di luar, putra dan putri Pak Harto juga sudah ditunggu beberapa kendaraan yang akan mengantarkan mereka kembali ke Jakarta.

Beberapa wartawan yang mencoba mewawancarai pun tampak kecele, dan hanya bisa gigit jari akibat banyak dan ketatnya pengawalan dari petugas.


Kamar Rawat Pak Harto di RSPP Belum Dibersihkan

Pasien kamar 536 lantai 5 Gedung B Rumah Sakit Pusat Pertamina yakni mantan Presiden Soeharto telah meninggalkan kamarnya, setelah yang bersangkutan mangkat.

Dari Hari Senin (28/1/2008), kamar almarhum Soeharto sewaktu menjalani perawatan hingga hari ini belum dibersihkan.

"Belum sempat, tapi nanti dibersihkan," ujar salah seorang perawat RSPP yang tidak mau disebut namanya saat berbincang , Jakarta, Senin (29/01/2008).

Kamar VVIP 536 yang berwarna krem dengan ruang tunggu terdiri 3 sofa dan 3 kursi kayu tersebut hingga kini juga masih terkunci rapat, dengan kondisi yang masih tertata, bersih dan rapi.

Berbeda dengan kamar nomor 538 yang digunakan untuk ruang tunggu keluarga, terlihat semrawut. Bagaimana tidak, bangku, tikar, selimut dan beberapa kipas angin masih berantakan.

Selain itu, 4 gelas air teh juga masih terlihat tergeletak di meja kaca bundar beralaskan kain putih. Saat ini, di lantai 5 gedung B tersebut hanya terlihat aktivitas pekerja pembersih kamar (cleaning service).


Keluarga Minta Soeharto Dimaafkan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono menyampaikan bela sungkawa kepada putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut) di kediaman Jalan Cendana, Jakarta, Minggu (27/1). Soeharto meninggal dunia pada usia 87 tahun, Minggu pukul 13.10, di RS Pusat Pertamina Jakarta, setelah dirawat selama 24 hari karena sakit.
Siti Hardiyanti Indra Rukmana atau yang dikenal dengan Mbak Tutut mewakili keluarga mantan Presiden HM Soeharto meminta masyarakat untuk memaafkan segala dosa dan kesalahan yang disengaja maupun tidak selama masa hidupnya.

"Kami sadar almarhum adalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan serta tidak luput dari kesalahan. Kami juga mohon kiranya bapak-bapak dan ibu sekalian berkenan memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum," kata Tutut saat menyampaikan sambutan pada upacara kenegaraan pemakaman HM Soeharto di pemakaman Astana Giribangun Karanganyar Solo, Senin.

Dengan tersedu-sedu, Tutut mengatakan menyampaikan terima kasih dan penghargaan setingginya kepada semua pihak termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla yang telah menghadiri upacara pemakaman ini.

Bagi keluarga, almarhum Soeharto adalah adalah ayah, eyang, iyut dan orang tua yang sangat dikagumi.

"Beliau adalah teman yang akrab, yang sangat kami sayangi, beliau adalah guru dan teladan kami yang baik dan amat kami hormati dan terlibat langsung dalam perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan RI dan ikut mengisi kemerdekaan melalui pembangunan. Bapak, selamat jalan bapak, doa kami selalu menyertaimu," kata Tutut diselingi isak tangis.

Sejumlah anggota keluarga lain yang berdiri di belakang Tutut semua menitikkan air mata saat Tutut membacakan sambutannya itu. Sementara hadirin yang mengikuti upacara pemakaman itu, larut dalam suasana sedih dan haru yang merebak di ruangan itu.

Sebelumnya, jenasah mantan Presiden HM Soeharto sekitar pukul 12.15 WIB dimasukkan dalam lihat lahat dalam upacara kemiliteran yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Upacara pemakaman dimulai dengan pembacaraan riwayat hidup oleh Sekmil Kepresiden Mayjen Bambang Sutedjo yang menyebutkan bahwa Soeharto selama hidupnya mendapat 27 penghargaan dari pemerintah, serta sejumlah penghargaan dari negara-negara sahabat dan badan dunia.

news
TINGGALKAN CENDANA. Peti jenazah mantan Presiden Soeharto diusung pasukan pembawa jenzah menuju mobil ambulance dalam upacara pelepasan jenazah di Jalan Cendana, Jakarta, Minggu (27/1). Jenazah diserahterimakan dari keluarga kepada pemerintah dan negara yang diwakili inspektur upacara Ketua DPR Agung Laksono untuk selanjutnya diterbangkan ke Surakarta dan dikebumikan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jateng.


Jenazah Soeharto Dimakamkan

Mantan Presiden Soeharto, tepat pukul 12.15 WIB, dimakamkan di Kompleks Astana Giribangun Karanganyar Solo, dengan upacara kemiliteran yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Upacara pemakaman dimulai dengan pembacaan riwayat hidup oleh Sekretaris Militer Kepresiden, Mayor Jenderal Bambang Sutedjo, menyebutkan bahwa Soeharto selama hidupnya mendapat 27 penghargaan dari pemerintah, serta sejumlah penghargaan dari negara-negara sahabat dan badan dunia.
Selanjutnya Presiden Yudhoyono membacakan Apel Persada yang mempersembahkan jasa-jasa Soeharto sebagai presiden RI kedua dengan pangkat Jenderal Besar kepada persada ibu pertiwi.
Sekitar pukul 12.15 WIB, peti jenazah yang berkalung untaian melati diturunkan ke dalam liang kubur oleh sekitar enam orang abdi Astana Giribangun berpakaian sorjan Jawa diiringi suara terompet.
Setelah dikumandangkan Adzan di tepi liang kubur, seluruh keluarga dan kerabat yang mengikuti prosesi itu, kemudian menaburkan bunga diiringi lagu Gugur Bunga.
Selanjutnya Presiden Yudhoyono melakukan prosesi penimbunan liang lahat, diikuti oleh keluarga. Jenazah kemudian ditimbun dengan tanah yang dikemas dalam karung plastik.
Makam mantan penguasa Orde Baru ini, ditempatkan di sebelah makam istrinya, Siti Hartinah atau ibu Tien, serta tiga makam lain, yakni makam kedua orang tua dan kakak tertua Ibu Tien.


Jenazah Soeharto Tiba di Astana Giri Bangun

Jenazah mantan presiden Soeharto, sekitar 11.50 WIB, tiba di Kompleks pemakaman Astana Giribangun Karanganyar, Solo. Rombongan disambut Kapolri Jenderal Sutanto, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Sumardjono dan mantan KSAU Marsekal Herman Prayitno di halaman parkir kompleks pemakaman tersebut.Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Bupati Karanganyar Rina Iriani menunggu jenasah di halaman utama.Foto dan karangan bunga dibawa mendahului peti jenazah yang digotong delapan anggota TNI/Polri dan dikawal Panglima TNI di kanan dan Kapolri di kiri peti jenazah.Sementara di belakang peti jenasah tampak rombongan keluarga seperti Titiek, Mamiek, Tutut, Bambang , Tommy, Sigit dan keluarga serta kerabat lain. Peti jenazah di bawa ke gedung utama sebelum dimakamkan di cungkup Argosari tempat makam keluarga Siti Hartinah, istri Soeharto.


Baik & Buruknya Soeharto adalah Pelajaran Bagi Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia diharapkan dapat mengambil hikmah dari baik dan buruknya kepemimpinan Mantan Presiden Soeharto selama 32 tahun memimpin bangsa ini.

"Semoga bangsa Indonesia bisa memetik hikmahnya. Sehingga, krisis yang menimpa bangsa ini dapat selesai," ujar Anggota DPR FPKS Al Muzzamil Yusuf melalui pesan elektroniknya yang diterima di Jakarta, Senin (29/1/2008).

Walaupun, berbagai kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan Pak Harto kepada sebagian elemen masyarakat pernah terjadi, namun masyarakat harus menilai secara adil berbagai perjuangannya semasa aktif sebagai militer dan maupun saat menjadi Presiden Ke-2 RI.

"Jasanya yang tak terbantah, saat (Pak Harto) menghancurkan PKI dengan basisnya pada tahun 1965," katanya.

Ditambahkan Muzzamil, jasa Pak Harto itu telah diakui oleh Jenderal Besar (Purn) AH Nasution.

Selain itu juga, Pak Harto telah berhasil melakukan pembangunan fisik dimasa kepemimpinannya. Walaupun ada 3 persoalan besar saat menjalankan pembangunan itu.

Seperti, mismanajemen yg akut yakni 30% dana APBN lenyap karena KKN, sebagaimana disinyalir Prof Sumitro. Kebijakan Asas Tunggal Pancasila yang mengorbankan partai, ormas dan aktivis Islam. Serta, korban para aktivis yang vokal dan kritis dari berbagai golongan seperti kampus, media, cendekiawan dan mantan tokoh-tokoh nasional.

Selain itu, Muzzamil juga berharap agar cita-cita reformasi '98 yaitu menyelesaikan proses hukum perdata Pak Harto dapat dijalankan.

"Itu wilayah negara, karena negara ini negara hukum, maka kita hormati dan awasi perkembangannya," tegasnya.


WASSALAM

Rachmad
Independent
rbacakoran at yahoo dot com

www.rachmadindependent.blogspot.com
www.news-independent.blogspot.com

SOEHARTO, MANTAN PRESIDEN RI II TELAH TIADA

JAKARTA 28 JANUARI 2008

SOEHARTO, MANTAN PRESIDEN RI II TELAH TIADA

Nama : H.Muhammad soeharto
lahir: Kemusuk, argomulyo, godean, 8 juni 1921
Meninggal : Jakarta, Minggu 27 januari 2008
Jabatan terakhir : Presiden Republik Indonesia (1966-1998)

Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.

Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.

Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1).

Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.

"Hari ini, kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto, Presiden RI kedua karena sakit," kata Presiden SBY. Presiden atas nama negara, rakyat, pemerintah dan pribadi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Soeharto.

Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT sesuai pengabdian, jasa, amal baiknya, baik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan dalam kehidupan umat manusia.

Presiden juga mengajak rakyat mendoakan agar keluarga Pak Harto yang ditinggalkan tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar. "Terus lihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik," ujarnya.

“Penghormatan setinggi-tingginya layak diberikan kepada Pak Harto sebagai satu dari putra terbaik bangsa yang amat besar jasanya kepada bangsa dan Negara,” ujar Presiden. Jumpa per situ diakhiri oleh Presiden dengan mengajak semua peserta jumpa pers yang beragama Islam mengucapkan Alfatihah.

Astana Giribangun
Menurut informasi yang diperoleh dari keluarga di Cendana, direncanakan jenazah mantan Presiden Soeharto akan diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Senin (28/1), pukul 09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusumah. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Solo pukul 10.00 WIB. Untuk kemudian dimakamkan di Astana Giribangun, Solo, Senin (28/1).

Prosesi pemberangkatan jenazah akan dilakukan dengan penghormatan khusus sebagai mantan pejabat negara. namun, belum dipastikan di mana prosesi penghormatan akan dilakukan. Ketua DPR Agung Laksono akan memimpin upacara pelepasan dari Jalan Cendana No.8 Jakarta Pusat. Kemudian, menurut informasi dari Istana Wapres, Wapres Jusuf Kalla akan melepas jenasah diberangkatkan dengan pesawat dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Solo.

Kemudian, Presiden SBY akan menerima jenazahnya di Solo, sekaligus memimpin upacara pemakaman di Astana Giribangun, Karanganyar, Senin (28/1). Pak Harto akan dimakamkan di sisi makam istrinya, Alm. Ibu Tien Soeharto. Berkaitan dengan itu, seluruh jadual kepresidenan hari ini dan esok dibatalkan. Termasuk membatalkan agenda Presiden ke Bali yang seharusnya menghadiri acara Konferensi tentang Korupsi se-Dunia.

Sebelumnya, Mingu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melawat ke Cendana.

Berkabung 7 Hari
Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Minggu (27/1) secara resmi menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari mulai 27 Januari-2 Februari 2008. Sehubungan dengan itu, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera merah putih setengah tiang untuk seluruh kantor/instansi pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, kantor swasta, dan masyarakat luas selama tujuh hari, mulai 27 Januari-2 Februari 2008.

Instruksi berkabung nasional dengan pengibaran bendera setengah tiang selama tujuh hari itu didasarkan pada PP Nomor 62 Tahun 1990. Hatta juga menjelaskan secara resmi keterangan pemerintah atas meninggalnya mantan Presiden Soeharto atas dasar keterangan tim dokter kepresidenan. Soeharto meninggal di RSPP, Jakarta, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB. "Soeharto akan dimakamkan di makam keluarga di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, 28 Januari 2008 dengan inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.


Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Kepala Negara mengintruksikan kepada seluruh kantor instansi pemerintah, kantor perwakilan RI di luar negeri dan seluruh masyarakat luas agar mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 7 hari, terhitung sejak tanggal 27 Januari hingga 2 Pebruari 2008. Hal ini dikatakan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, didampingi Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, dalam keterangan persnya di kantor Setneg, Minggu (27/1) sore.

Selama pengibaran bendera Merah Putih tersebut, lanjut Hatta, dinyatakan sebagai hari berkabung nasional. Selain itu, berdasarkan Undang2 No 7 tahun 1978, maka upacara pemakaman diselenggarakan oleh Negara. "Jenazah allmarhum Soeharto direncanakan dimakamkam di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hari Senin (28/1), dan Presiden SBY bertindak selaku Inspektur Upacara. Sedang saat jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl. Cendana, Ketua DPR Bapak Agung Laksono bertindak sebagai Inspektur Upacara," kata Hatta Rajasa.


Presiden SBY Tiba di Solo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan putra Edi Baskoro, serta rombongan, tiba di Bandara Adi Sumarmo Solo, Jawa Tergah, Senin ( 28/1) pagi, untuk menghadiri pemakaman jenasah Aamarhum H. Muhammad Soeharto, mantan Preisden RI. Presiden SBY akan sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara prosesi pemakaman di Astana Giribangun, Desa Karangbangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tiba di bandara, Presiden dan rombongan yang menggunakan Pesawat Kepresidenan GIA 737-500 disambut Kapolri Jenderal Sutanto, Gubernur Jateng Ali Mufiz beserta unsur Muspida setempat. Selanjutnya Presiden menuju ke rumah dinas Bupati Karanganyar dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan mobil untuk beristirahat sejenak sebelum menuju ke Astana Giribangun.

Tampak dalam rombongan Presiden, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkes Siti Fadilah Soepari, anggota Wantimpres Ali Alatas, Emil Salim, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KASAL Laksamana TNI Sumardjono, Ketua BPK Anwar Nasuton, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Sebelumnya, suasana Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sejak subuh sudah terlihat kesibukan aparat TNI AU mengatur para vpelayat yang ingin terbang ke Solo, baik para duta besar negara sahabat, pejabat negara, tokoh masyarakat, jajaran TNI dan Polri. Wakil Presiden M. Jusuf Kalla juga bertolak ke Solo, sekitar pukul 07.00 WIB, bersama sejumlah menteri menggunakan Pesawat GIA 737-500 .

Sementara itu jenasah mantan Presiden Soeharto akan diberangkatkan dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusumah ke Solo pukul 08.30 WIB dengan menggunakan Hercules VVIP Skadron 17 nomor registrasi A 1341.


Presiden Singgah di Rumah Bupati Karanganyar

Dari bandara Adi Sumarmo, Senin (28/1) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara beserta rombongan menuju Rumah Dinas Bupati Karanganyar Rina Iriani. Di Karanganyar, Presiden akan beristirahat sejenak sebelum menuju ke lokasi pemakaman jenasah almarhum HM Soeharto di Astana Giribangun.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju Karanganyar, suasana duka atas kepergian almarhum mantan Presiden RI ke- itu sangat tampak. Ratusan ribu masyarakat berjejer memenuhi kiri kanan jalan, hingga masuk kota Solo menuju ke Astana Giribangun. Tampak pula bendera merah putih dinaikkan setengah tiang pada setiap rumah warga.


SUASANA PELEPASAN JENAZAH MANTAN PRESIDEN SOEHARTO

news
Pelepasan Jenazah Pak Harto di Cendana

thumb thumb thumb thumb thumb thumb

news

news

news

news

news

Setidaknya 12 peleton pasukan TNI dan Polri menggelar upacara pelepasan jenazah mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Senin (28/1/2008). Bertindak sebagai inspektur upacara Ketua DPR Agung Laksono.


WASSALAM

Rachmad
Independent
rbacakoran at yahoo dot com

www.rachmadindependent.blogspot.com
www.news-independent.blogspot.com

SUASANA PELEPASAN JENAZAH MANTAN PRESIDEN SOEHARTO

JAKARTA 28 JANUARI 2008

SUASANA PELEPASAN JENAZAH MANTAN PRESIDEN SOEHARTO

news
Pelepasan Jenazah Pak Harto di Cendana

thumb thumb thumb thumb thumb thumb
news

news

news

news

news

Setidaknya 12 peleton pasukan TNI dan Polri menggelar upacara pelepasan jenazah mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Senin (28/1/2008). Bertindak sebagai inspektur upacara Ketua DPR Agung Laksono.


news
Persiapan Pemakaman di Giribangun

thumb thumb thumb

news

news

Senin dinihari, persiapan pemakaman terhadap mantan Presiden Soeharto terus dilakukan. Karangan bunga dari Presiden SBY dan Wapres JK sudah tiba di Astana Giribangun.

news
Presenter Ditabrak Saat Siaran
news

thumb thumb thumb thumb

Presenter RCTI, Lady Simarmata tertabrak mobil Land Cruiser ketika hendak menyiarkan langsung perjalanan jenazah mantan presiden Soeharto.

thumb thumb thumb thumb thumb thumb



news


news

news

news

news

news

Tidak hanya pejabat dan tokoh politik saja yang melayat almarhum Pak Harto. Banyak selebriti dan juga para dai kondang yang ikut melayat ke rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Minggu (27/1/2008).


WASSALAM

Rachmad
Independent
rbacakoran at yahoo dot com

www.rachmadindependent.blogspot.com
www.news-independent.blogspot.com